Semilir angin perlahan membelai Secarik memori perlahan bermuka Saat kupandang kursi berjejer rapih Saat itu pula kuteringat masa berwarna Dipenghujung putih abu kuterduduk Melihat apa yang tertera pada benda kotak putih Berbalut pahat tinta hitam Terukir rapi oleh sang lentera kalbu Dipenghujung putih abu kutermenung Mengingat apa yang terekam lensanku Berputar bayang menari-nari Terbesit indahnya para kawan tawa Dipenghujung putih abu kuterpaku Mengenang hela demi hela peristiwa Kadang tawa menggema Kadang tangis menggaung Semua tertuang indah dalam cawan masa Aku tidak merasa Secepat inikah waktu yang bergulir? Hingga kutopangkan kaki ini Diantara keramaian ilmu hilir mudik melintas Tiada kudaya! Akupun tiada berdaya Haruskah aku mengiba? Derasnya masa kejam menyeretku ke Muara Hingga kuharus kuatkan jiwa ini Tuk mulai merangkak keluar dengan penuh asa Hari ini... Dengan kalung kebanggaan melingkar dileherku Aku saksikan butir mutiara mulai terpelanting ...