Langsung ke konten utama

PUISI : Dipenghujung Putih Abu

Semilir angin perlahan membelai
Secarik memori perlahan bermuka
Saat kupandang kursi berjejer rapih
Saat itu pula kuteringat masa berwarna

Dipenghujung putih abu kuterduduk
Melihat apa yang tertera pada benda kotak putih
Berbalut pahat tinta hitam
Terukir rapi oleh sang lentera kalbu

Dipenghujung putih abu kutermenung
Mengingat apa yang terekam lensanku
Berputar bayang menari-nari
Terbesit indahnya para kawan tawa

Dipenghujung putih abu kuterpaku
Mengenang hela demi hela peristiwa
Kadang tawa menggema
Kadang tangis menggaung
Semua tertuang indah dalam cawan masa

Aku tidak merasa
Secepat inikah waktu yang bergulir?
Hingga kutopangkan kaki ini
Diantara keramaian ilmu hilir mudik melintas

Tiada kudaya!

Akupun tiada berdaya
Haruskah aku mengiba?
Derasnya masa kejam menyeretku ke Muara
Hingga kuharus kuatkan jiwa ini
Tuk mulai merangkak keluar dengan penuh asa

Hari ini...
Dengan kalung kebanggaan melingkar dileherku
Aku saksikan butir mutiara mulai terpelanting dari ikat benangnya
Aku rasakan separuh penopangku mulai terkikis deburan waktu

Hari ini aku bebas
Terlepas dari seluk beluk peraturan
Hari ini aku duduk bersama orang yang sama seperti hari itu
Pakaian kami tak seragam lagi
Jas hitam yang melekat
Kebaya warna-warni indah dan selaras dipandang

Hari ini hari yang selalu kutunggu
Hari dimana simbol-simbol perpisahan menyapa senyumku
Bercengkrama dengan kawan yang sama
Mengambil potret dengan berbagai gaya

Namun... akankah tawa terukir kembali?
Akankah kawan sama bersemi?
Akankah rindu tak menderu nanti?
Dalam belenggu hati bercabang dua
Merasa bangga dan juga lara

Aku berbangga
Cintanya telah memapahku pada sepercik cahaya

Cinta siapa?

Cinta sang lentera kalbu
Cinta sang malaikat berilmu
Cinta guruku

Oh Guruku...
Sungguh.. tulusmu telah menembus atmosfer
Hingga semesta gemetar mengingat jasamu
Sungguh.. kasihmu telah menjalar akar
Hingga langkah tiada luput dari restumu

Aku lara
Sempatku sempit

Mengapa?

Syukur tak terucap
Maaf tak tertutur
Kepada sang lentera kalbu
Insan pencair pikir nan beku

Oh Guruku...
Tiada sempat kupahat senyum bangga di wajahmu
Dan kini ku harus bergeser dari naunganmu
Tiada sempat kususun tangis haru di riak matamu
Dan kini kuharus enyah dari didikanmu

Sungguh...
Tiada satu budi balasan yang dapat kusuguhkan
Tiada hadiah termewah yang dapat kuberikan
Hanya ini...
Hanya doa yang mampu kuselipkan

Oh Tuhanku...
Engkau Maha Berkuasa
Kau dan aku bagai Pena dan setitik tinta
Aku setitik tinta dalam pena-Mu

Oh Tuhanku...
Kutitipkan tulisan skenario indah untuk Guruku
Kutitipkan tulisan kebahagiaan untuk Ibuku
Kutitipkan tulisan kekuatan untuk Ayahku
Kutitipkan tulisan peneguh asa untuk kawanku
Agar kan sentosa hidup ini
Hingga nanti
Saat sang surya tak menyapa pagi kembali

Karya : Tri Widia

📝📝📝📝📝📝📝📝📝📝📝📝📝📝

Yeay!!
Baguskan puisi karya temen gue itu? 😆

Fyi, puisi ini dibuat untuk tampil di acara perpisahan kami waktu 29 April kemarin 🎓 , ada gue, Widi, Qoyin, Pungky, Monika dan Ika. Sebenernya ini gak cuma ada puisinya doang kok, tapi ada akting²nya gitu juga. Pokoknya puisi, musik, dan drama itu jadi satu.

Okeh, sekian dan terimakasih!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NOSTALGIA : Catatan Singkat dari Yustira NurFadilah

Dulu pas zaman-zaman SD abang gue pernah bilang "Kalo nyari temen itu yang selalu ngajak ke jalan kebaikan" dan masih polosnya gue jawab gini "Aku punya kok temen yang ngajak shalat, Icha namanya" Hmm..  Kalo ngomongin soal Icha itu jadi ngerasa kangen banget. Hampir 2 tahun ini -setelah lulus SMP- gue gak ketemu dia lagi. Ya karna beda sekolah juga sih, jadi susah buat ketemu,  apalagi ini beda kota.  Icha itu sahabat gue, nama panjangnya Yustira Nur Fadilah, dia sahabat gue sedari SD.  Enam tahun sekelas itu ngerasa deketnya pas kelas 6, dikelas 6 kami gak pernah yang namanya musuh-musuhan atau saling ngambek gitu. Pokoknya pas kelas 6 kami kayak keluarga deh, tentunya sama 3 temen yang lain juga -Cahya, Lia dan Yuni. Inget banget pas kelas 4, Icha pernah ngambek dan musuhin gue gara-gara gue duduk sebangku sama cowok yang dia suka. Tapi waktu itu gue gak coba minta maaf, karna gue ngerasa posisi gue emang gak salah dan yang nyuruh duduk sebangku sama cowok...

Happy 2nd Anniversary CJR #kangenCoboyJr

HAPPY 2nd ANNIVERSARY CJR 🎊    Wahh COmate..... Gak nyangka banget yaa CJR udah dua tahun aja, dan yaah, sekaligus udah dua tahun juga Bastian ninggalin kita 😢 . Coboy Junior.... huaaa kangen kalian 😥   Hmm... COmate, adakah yang kangen COBOY JUNIOR ? 4 PANGERAN KECE kita ? Gue yakin kalian pasti kangen banget, apalagi kalian yang ngefans-nya dari mereka mulai tenar. Pasti kerasa banget kangennya. Emm.. Dan pasti kalian lagi flashback 'kan sekarang? 😊 hhe ~ Mr . Bijak , Mr . Behel , Mr . Jahil , Mr . Kece~   Mate, sekarang mereka udah mulai dewas yaa, mulai tambah tinggi, tambah cakep, dan so pasti tambah jago nyanyinya. Jadi inget dulu deh, mereka masih unyu-unyu banget 😁. Polos, kocak, jail gak bisa diem, imut, dan semuanya ada di diri mereka waktu itu . Selalu bikin kita ketawa dan alasannya karna tingkah mereka adalah hal yang paling gue suka 😊 ^=^=^=^   Dari tahun 2011, hampir diset...

2022 : Tulisan Random 1

Kumpulan Tulisan Randomku di Tahun 2022 1. Diet jadi Pola Hidup Sehat Diet paling ampuh itu: • Jangan makan malem (paling telat makan jam 1/2 7 male.), • Rajin puasa Senin - Kamis (sebulan minimal 2 hari puasa), • Jangan keseringan minum-minumanan kemasan sama makanan instant atau jajan-jajanan gitu (masing-masing dalam seminggu cukup 1x aja makan yang begituan), dan • Banyakin gerak jangan rebahan bae. Hasilnya emang lama, tapi menurutku diet yang kayak gini gak terlalu memberatkan apalagi menyiksa, malah biasa aja kalo udah terbiasa mah yaa. Alhamdulillah.. dari 58kg jadi 49kg, hhe... Aku ngerutinin hal kayak gitu dari tahun 2020. Bukan cuma buat terlihat lebih kurus sih. Tapi lebih ke menjaga kesehatan aja. Kesehatannya para perempuan.  Salah satu dari yang pernah ku baca tentang harusnya menjaga kesehatan -terutama dari apa yang dimakan-,  disitu tertulis kalo perempuan itu harus menjaga rahimnya dari faktor makanan-makanan enak yang menggugah selera. Kayak seblak, ramen, ...